Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang memperkuat ikatan keluarga. Di tengah kesibukan pekerjaan dan ibadah, sering kali peran Ayah dalam membangun kedekatan dengan anak terabaikan. Padahal, hubungan yang erat antara Ayah dan anak di bulan suci ini bisa menciptakan kenangan berharga yang akan dikenang sepanjang hidup.

Studi menunjukkan bahwa anak yang memiliki hubungan dekat dengan ayahnya cenderung lebih percaya diri, memiliki kestabilan emosional yang lebih baik, dan mampu membangun hubungan sosial yang sehat. Ramadan adalah kesempatan emas bagi Ayah untuk lebih hadir, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Mengutip AMG, melalui aktivitas Ayah dan anak akan menghasilkan kepribadian yang bahagia dan ceria secara signifikan pada anak di masa mendatang. Lalu, bagaimana cara membangun bonding Ayah dan anak? Simak ide-ide kreatif berikut agar Ramadan tahun ini menjadi lebih istimewa bagi Paps dan si kecil! 

1. Melibatkan Anak dalam Persiapan Sahur & Berbuka

Melibatkan anak dalam persiapan sahur dan berbuka di bulan Ramadan tidak hanya mempererat bonding Ayah dan anak, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab serta keterampilan hidup yang berharga. Dengan mengajak anak memasak bersama, dia belajar mengenal berbagai bahan makanan, pentingnya nutrisi saat berpuasa, serta bagaimana menjaga kebersihan dan keamanan di dapur. 

Paps dapat memilih resep sederhana yang disukai anak, memberikan tugas sesuai usianya, serta menciptakan suasana memasak yang menyenangkan, misalnya dengan bercerita atau memutar musik favorit. Selain itu, mengapresiasi usaha anak dalam membantu akan membuatnya semakin termotivasi dan merasa dihargai. Aktivitas ini tidak hanya membuat anak lebih mandiri dan berkontribusi dalam tradisi keluarga, tetapi juga menciptakan momen berharga yang akan dikenang sepanjang hidup anak.

2. Membacakan Kisah Islami Sebelum Tidur

Dengan membawakan cerita nabi atau kisah dari Al-Qur’an, Paps dapat menanamkan nilai-nilai kejujuran, kesabaran, dan kebaikan dalam suasana yang hangat dan menyenangkan. Agar storytelling lebih menarik, Pas bisa menggunakan variasi intonasi suara untuk membedakan karakter, ekspresi wajah yang sesuai dengan situasi cerita, serta kontak mata agar anak merasa lebih terhubung. 

Selain itu, melibatkan anak dalam cerita, misalnya dengan menebak alur atau menirukan suara tokoh, dapat membuat pengalaman ini semakin interaktif. Dengan pendekatan yang tepat, sesi bercerita sebelum tidur bisa menjadi tradisi Ramadan yang dinantikan anak, sekaligus membangun kenangan berharga yang akan diingat seumur hidup.

3. Beribadah Bersama (Tarawih dan Tadarus Al-Qur’an)

Untuk menjalin bonding yang kuat dengan anak di bulan Ramadan, Paps dapat mengajak si kecil beribadah bersama melalui shalat Tarawih dan tadarus Al-Qur’an dengan cara yang menyenangkan. Mengajak anak ke masjid bisa dimulai dengan memberikan teladan, menciptakan perjalanan yang menarik, serta menjelaskan adab dan aturan sebelum berangkat agar dia lebih siap dan nyaman. 

Agar anak semakin termotivasi dalam tadarus, Paps bisa menetapkan target harian atau mingguan, menggunakan metode interaktif seperti diskusi makna ayat atau kuis sederhana, serta memberikan apresiasi berupa pujian atau hadiah kecil saat si kecil mencapai target. Selain itu, menciptakan lingkungan tadarus yang kondusif dan bebas gangguan juga dapat meningkatkan fokus dan minat anak dalam membaca Al-Qur’an. 

4. Mengadakan Quality Time Sebelum Berbuka

Mengadakan quality time sebelum berbuka puasa adalah kesempatan emas bagi Ayah dan anak untuk mempererat hubungan sambil menanamkan nilai-nilai kebaikan. Aktivitas ringan seperti menggambar atau melukis dengan tema Ramadan dapat meningkatkan kreativitas anak, sementara bercerita atau membaca kisah islami membantu menanamkan nilai moral dengan cara yang menyenangkan. 

Selain itu, Paps juga bisa mengajak anak berbagi dengan menyiapkan takjil untuk tetangga atau orang yang membutuhkan dapat membangun empati dan kepedulian sosial. Dengan cara ini, momen menunggu berbuka bukan hanya sekadar mengisi waktu, tetapi menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan emosional dan spiritual antara ayah dan anak.

5. Mengajarkan Anak tentang Berbagi dan Kebaikan

Paps dapat mengajak anak terlibat langsung dalam kegiatan berbagi, seperti membagikan takjil kepada yang membutuhkan atau mengunjungi panti asuhan, agar si kecil merasakan sendiri kebahagiaan memberi. 

Selain itu, menjelaskan makna berbagi dengan cerita inspiratif akan membantu anak memahami bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang peduli terhadap sesama. Dengan konsistensi dalam menanamkan nilai kebaikan ini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan empati, tidak hanya saat Ramadan tetapi juga di kehidupan sehari-hari.

Kesimpulannya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momen berharga bagi Paps untuk menjalin bonding yang lebih erat dengan anak. Dengan mengikuti panduan bonding Ayah dan anak di atas, Paps dapat menciptakan kenangan berharga yang membentuk kedekatan emosional dan perkembangan karakter anak. Kehadiran Paps yang aktif dan penuh perhatian di bulan suci ini akan memberikan fondasi emosional yang kuat bagi si kecil, menjadikannya pribadi yang penuh kasih sayang dan empati. 

Yuk, maksimalkan Ramadan tahun ini dengan membangun kebersamaan yang bermakna! Ingin tahu cara mengajarkan anak berpuasa dengan penuh kesabaran dan kasih sayang? Simak panduannya di: Cara Mengajarkan Anak Puasa Menurut Psikolog!


References

  • Nemours Kids Health. Cooking With Kids. Retrieved from https://kidshealth.org/en/parents/kids-cook.html/
  • Sound Vision. 7 Ways Fathers Can Plan a Ramadan to Remember. Retrieved from https://www.soundvision.com/article/7-ways-fathers-can-plan-a-ramadan-to-remember
  • Anger Management Groups. Importance of the Father/Child Bond. Retrieved from https://www.angermanagementgroups.com/importance-of-father-child-bond