Mams, pernah merasa panik saat melihat si kecil menangis keras tapi tak ada air mata yang mengalir? Bagi banyak orang tua baru, situasi ini bisa terasa membingungkan. Sebab, kita umumnya mengaitkan tangisan dengan air mata sebagai bentuk ekspresi emosi atau rasa sakit. Ketika bayi terlihat begitu pilu tapi wajahnya kering, tak heran jika muncul kekhawatiran, apakah si kecil baik-baik saja, atau jangan-jangan sedang mengalami gangguan kesehatan?

Namun tenang dulu, Mams. Tak semua tangisan tanpa air mata berarti si kecil sedang dalam bahaya. Faktanya, hal ini bisa jadi bagian dari perkembangan alami bayi di minggu-minggu awal kehidupannya. Meski begitu, penting juga bagi Mams untuk bisa membedakan mana yang masih tergolong normal dan mana yang perlu diwaspadai. Melalui artikel ini, kita akan bahas penyebab umum tangisan tanpa air mata, tanda-tanda dehidrasi pada bayi, serta kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan dokter.

Mengapa Bayi Menangis Tanpa Air Mata? Ini Alasannya

Di usia awal kelahiran, kelenjar air mata bayi memang belum bekerja secara maksimal, Mams. Itulah sebabnya, meski suara tangisannya nyaring, air mata belum tentu keluar. Umumnya, produksi air mata baru akan terlihat jelas saat bayi memasuki usia 2 hingga 4 minggu, bahkan bisa sampai 1 hingga 3 bulan pada beberapa bayi. Ini merupakan bagian normal dari proses perkembangan sistem tubuhnya.

Namun jika tangisan tanpa air mata masih terjadi setelah usia tersebut, maka Mams perlu mulai waspada. Salah satu penyebab yang patut diperhatikan adalah dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi air, termasuk air mata, akan dikurangi. Tandanya bisa dikenali dari mulut bayi yang kering, popok yang jarang basah, hingga bayi tampak lebih lemas dari biasanya. Bila dibiarkan, dehidrasi bisa berdampak serius karena tubuh bayi belum memiliki cadangan cairan sebanyak orang dewasa.

Di samping itu, penyebab lainnya adalah sumbatan pada saluran air mata. Menurut Boston Children’s Hospital kondisi ini cukup umum dan dialami sekitar 6–30% bayi baru lahir. Meskipun air mata tetap diproduksi, salurannya tersumbat sehingga cairan tidak keluar ke permukaan mata. Gejalanya bisa berupa mata berair terus-menerus, muncul lendir di sudut mata, atau ada kerak saat bangun tidur. Biasanya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri, tetapi bila berlangsung hingga usia satu tahun, sebaiknya diperiksa lebih lanjut ke dokter.

Tanda-Tanda Dehidrasi pada Bayi yang Perlu Diperhatikan

Tangisan tanpa air mata memang bisa menjadi petunjuk awal dehidrasi, Mams. Tapi ada juga tanda-tanda lain yang bisa Mams amati. Salah satunya adalah popok yang lebih jarang basah, biasanya kurang dari enam kali sehari. Jika bayi juga tampak kurang antusias menyusu, ini bisa menunjukkan bahwa asupan cairan tubuhnya mulai berkurang. Menurut American Academy of Pediatrics, frekuensi buang air kecil adalah indikator penting untuk mengetahui status hidrasi bayi.

Selain itu, perhatikan juga kondisi mulut dan ubun-ubun si kecil. Bibir kering atau lidah yang tampak pecah-pecah bisa menjadi pertanda tubuhnya kekurangan cairan. Ubun-ubun yang terlihat cekung atau masuk ke dalam juga perlu diwaspadai, karena ini menunjukkan tingkat dehidrasi yang sudah cukup serius. Jika bayi tampak lesu, tidak aktif seperti biasanya, atau malah terlihat mengantuk terus-menerus, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Yang perlu diingat, Mams, tubuh bayi sangat rentan terhadap kekurangan cairan. Karena cadangan elektrolitnya masih terbatas, kehilangan cairan dalam jumlah kecil saja bisa menimbulkan efek besar. Jadi, meski menangis tanpa air mata bisa dianggap normal pada minggu awal kehidupan, Mams tetap perlu waspada. Jika disertai mata cekung, kulit kering, atau bayi sulit menyusu, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa si kecil membutuhkan penanganan segera.

Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?

Mengetahui kapan harus bertindak adalah bagian penting dalam merawat bayi, Mams.Jika bayi yang sudah berusia di atas 3 bulan masih sering menangis tanpa air mata, Mams perlu waspada. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Apalagi jika disertai dengan mata yang tampak merah, bengkak, atau mengeluarkan cairan kekuningan, bisa jadi ini adalah tanda infeksi atau sumbatan yang membutuhkan penanganan medis.

Selain itu, kombinasi antara tangisan tanpa air mata dan gejala dehidrasi juga perlu mendapat perhatian serius. Jika bayi tampak lemas, tidak menyusu seperti biasa, atau jarang buang air kecil, jangan tunda untuk membawanya ke fasilitas kesehatan. Kondisi dehidrasi pada bayi bisa berkembang cepat, dan semakin dini ditangani, semakin kecil risiko komplikasi yang bisa terjadi.

Pemeriksaan dokter akan membantu memastikan kondisi si kecil secara menyeluruh. Mulai dari mengecek tanda-tanda vital, hidrasi, hingga kondisi saluran air matanya. Bila ditemukan sumbatan ringan, biasanya dokter akan menyarankan perawatan sederhana di rumah seperti pembersihan lembut atau pijatan ringan. Namun dalam beberapa kasus, bayi mungkin dirujuk ke dokter mata anak untuk penanganan lanjutan. Lebih baik mengambil langkah antisipatif daripada menunggu hingga gejalanya semakin berat, bukan?

Cara Merawat Bayi agar Terhindar dari Dehidrasi dan Masalah Mata

Agar si kecil tetap nyaman dan sehat, Mams bisa melakukan perawatan sederhana yang membantu menjaga hidrasi tubuh sekaligus kesehatan mata. Langkah-langkah kecil namun konsisten ini bisa memberikan dampak besar pada tumbuh kembang bayi. Terutama di masa-masa awal kehidupan, perhatian terhadap detail kecil sangat berarti.

Beberapa tips yang bisa Mams praktikkan di rumah antara lain:

  • Berikan ASI atau susu formula sesuai kebutuhan dan secara berkala.
  • Pantau jumlah popok basah, pastikan minimal 6 kali sehari.
  • Perhatikan bibir, mulut, dan ubun-ubun bayi secara rutin.
  • Bersihkan mata bayi dengan kapas steril dan air hangat jika terlihat kotor.
  • Bila ada sumbatan saluran air mata, lakukan pijatan lembut di sudut dalam mata sesuai anjuran dokter.
  • Jaga suhu ruangan tetap nyaman, terutama saat cuaca panas.
  • Gunakan produk perawatan yang lembut dan aman bagi bayi, termasuk minyak telon yang ringan dan tidak mengandung pewangi kuat.

Dengan langkah-langkah ini, Mams bisa lebih percaya diri dalam merawat si kecil. Jangan ragu untuk segera konsultasi jika muncul gejala mencurigakan, karena respon cepat adalah salah satu bentuk cinta terbesar untuk buah hati.

A Word From Navila

Bayi yang menangis tanpa air mata bisa jadi hal yang wajar tapi juga bisa sebagai tanda adanya kondisi medis tertentu. Maka dari itu, penting bagi Mams untuk tidak hanya mengandalkan insting, tapi juga memahami tanda-tanda yang perlu diperhatikan. Dengan informasi yang tepat, Mams bisa merespons secara tenang dan bijak, tanpa perlu panik berlebihan.

Minyak Telon untuk Bayi Kulit Sensitif: Minyak Telon Terwangi Navila

Selain langkah medis, perawatan harian juga berperan penting. Salah satunya adalah penggunaan Minyak Telon Navila, yang diformulasikan dari bahan alami dan aman untuk kulit bayi. Teksturnya ringan dan tidak lengket, membantu menghangatkan tubuh si kecil, menjaga kelembapan kulit, serta memberi rasa nyaman saat udara dingin atau kering. 

Bisa digunakan setelah mandi atau saat si kecil bersiap tidur, membuat momen perawatan jadi lebih hangat dan penuh kedekatan. Perhatian kecil seperti ini bisa memberikan dampak besar, baik untuk kesehatan fisik si kecil maupun ketenangan hati Mams.


References

  • Toker, E., Yenice, Ö., Öğüt, M. S., Akman, I., & Özek, E. (2002). Tear production during the neonatal period. American journal of ophthalmology, 133(6), 746-749. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0002939402013934
  • Children’s Hospital. Blocked Tear Duct (Dacryostenosis). Retrieved from https://www.childrenshospital.org/conditions/blocked-tear-duct-dacryostenosis
  • Healthline. How to Recognize and Treat Dehydration in Babies and Toddlers. Retrieved from https://www.healthline.com/health/baby/dehydration-in-babies
  • Healthline. When Do Babies Start Crying Tears? Retrieved from https://www.healthline.com/health/baby/when-do-babies-get-tears
  • Healthy Children. Signs of Dehydration in Infants & Children. Retrieved from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/dehydration.aspx
  • Medical News Today. Sunken fontanel: Everything you need to know. Retrieved from https://www.medicalnewstoday.com/articles/323912
  • Parents. How to Spot Signs of Dehydration in Babies and Young Kids. Retrieved from https://www.parents.com/baby/health/sick-baby/dehydration-symptoms-and-treatment/
  • Children’s International Pediatrics. The Silent Warning Signs of Dehydration in Kids You Might Be Missing. Retrieved from https://cimgpeds.com/the-silent-warning-signs-of-dehydration-in-kids-you-might-be-missing/
  • Mayo Clinic. Dehydration. Dehydration. Retrieved from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086
  • Verywell Health. Rehydrating for Dehydration From Diarrhea. Retrieved from https://www.verywellhealth.com/dehydration-from-diarrhea-8701812
  • Seattle Children’s. Emergency Symptoms Not to Miss. Retrieved from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/emergency-symptoms-not-to-miss/
  • Kannikeswaran, N. (2024). Dehydration. Point-of-Care Quick Reference. https://publications.aap.org/pediatriccare/article-abstract/doi/10.1542/aap.ppcqr.396249/50
  • Healthline. At-Home Treatments for Blocked Tear Ducts in Babies. Retrieved from https://www.healthline.com/health/parenting/baby-blocked-tear-duct