Setelah melewati masa kehamilan dan menyusui, banyak ibu merasa tubuh mereka mengalami transformasi, terutama di bagian payudara yang terlihat lebih kendur. Mams tidak sendiri, perasaan ini sangat wajar dan sering kali disertai kekhawatiran soal penampilan. Namun penting dipahami, payudara kendur setelah menyusui bukan terjadi karena menyusui itu sendiri. Kondisi ini lebih dipengaruhi oleh perubahan hormonal dan struktur jaringan sejak awal kehamilan hingga masa menyusui berakhir.
Menyusui sendiri adalah proses alami yang justru membawa banyak manfaat, baik bagi ibu maupun bayi. Yang sering kali luput disadari adalah bahwa perubahan tubuh setelah melahirkan, termasuk pada payudara, terjadi karena kulit dan jaringan penopang meregang saat payudara membesar. Setelah menyusui selesai, bagian yang sudah meregang ini tidak selalu bisa kembali seperti semula. Untuk itu, penting bagi Mams memahami apa saja penyebab sebenarnya dari kekenduran payudara pasca menyusui agar tidak terjebak pada mitos dan fakta kehamilan yang belum tentu sesuai sains.
Penyebab Payudara Kendur Setelah Menyusui
Saat kehamilan dan menyusui, tubuh mengalami banyak perubahan untuk mendukung produksi ASI. Hormon seperti estrogen, progesteron, dan prolaktin bekerja sama membentuk saluran susu dan memperbesar jaringan payudara. Kulit dan ligamen di sekitarnya pun ikut meregang untuk mengakomodasi perubahan ini. Ketika ASI tidak lagi diproduksi, ukuran jaringan kelenjar menyusut, namun kulit dan jaringan penopang yang sudah melar tidak selalu kembali ke bentuk semula. Inilah yang menyebabkan payudara kendur setelah menyusui.
Salah satu bagian penting dalam struktur payudara adalah ligamen Cooper, yang berfungsi menopang dan menjaga bentuknya tetap tinggi. Selama masa menyusui, ligamen ini mengalami tekanan terus-menerus yang bisa menyebabkan penurunan elastisitas. Jika tidak ditopang dengan baik atau tidak dirawat, ligamen ini bisa melemah secara permanen. Inilah alasan mengapa banyak ibu merasa bentuk payudaranya berubah meski telah berhenti menyusui.
Selain perubahan hormonal dan mekanis, ada faktor eksternal yang juga berperan. Usia, elastisitas kulit, perubahan berat badan, dan gaya hidup seperti merokok turut memengaruhi kondisi kulit dan jaringan penopang. Produksi kolagen dan elastin yang menurun seiring bertambahnya usia membuat kulit lebih mudah mengendur. Maka, penting untuk memahami bahwa bentuk payudara pasca menyusui dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan menyusui semata.
Apakah Benar Menyusui Penyebab Payudara Kendur?
Banyak anggapan yang menyebut bahwa menyusui membuat payudara kendur, padahal ini lebih merupakan mitos daripada fakta medis. Mengutip American Society of Plastic Surgeons, payudara kendur setelah menyusui bukanlah akibat dari pemberian ASI, melainkan lebih dipicu oleh perubahan volume dan hormon saat hamil. Proses membesarnya jaringan payudara dimulai sejak masa kehamilan, dan penyusutan terjadi setelah menyusui berakhir.
Ketika menyusui berakhir, produksi ASI berhenti dan jaringan kelenjar menyusut. Namun kulit dan ligamen yang sebelumnya sudah meregang belum tentu mampu kembali seperti semula, apalagi tanpa perawatan yang tepat. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk ibu yang memilih tidak menyusui. Jadi, Mams tidak perlu ragu menyusui karena alasan penampilan, justru fokuslah pada cara mengatasi payudara kendur yang aman dan tepat setelah masa menyusui selesai.
Yang paling penting adalah menjaga perspektif yang sehat terhadap tubuh Mams sendiri. Menyusui adalah proses yang sangat bermanfaat, termasuk bagi kesehatan ibu karena terbukti menurunkan risiko kanker payudara. Bila ada perubahan bentuk tubuh yang dirasa mengganggu, ada cara aman dan realistis untuk merawatnya, termasuk merawat area payudara agar kembali sehat dan kencang.
Cara Aman dan Realistis Mengencangkan Kembali Payudara untuk Ibu Menyusui
Perubahan pada payudara setelah menyusui memang tidak bisa dihindari, namun tetap bisa dikelola. Kulit manusia memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa, Mams. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, bentuk payudara bisa kembali tampak lebih kencang dan sehat. Kuncinya ada pada perawatan yang konsisten, alami, dan tentunya aman bagi ibu menyusui.
Ini dia beberapa cara mengatasi payudara kendur setelah menyusui yang bisa dilakukan di rumah:
- Gunakan bra menyusui yang memberi penopang maksimal, terutama saat beraktivitas atau tidur.
- Lakukan pijat lembut secara rutin dengan minyak alami seperti jojoba atau minyak kelapa untuk menjaga sirkulasi dan elastisitas kulit.
- Latih otot dada dengan olahraga ringan, seperti push-up atau dumbbell fly, untuk memperkuat otot penopang bawah payudara.
- Penuhi kebutuhan cairan dan nutrisi, terutama yang mendukung produksi kolagen seperti vitamin C dan protein.
- Gunakan perawatan topikal yang aman untuk ibu menyusui, seperti serum khusus, untuk membantu menutrisi kulit dari luar.
Perawatan ini tidak memberikan hasil instan, namun jika dilakukan dengan tekun, hasilnya bisa dirasakan secara bertahap. Pilih produk yang aman dan sesuai kebutuhan kulit Mams. Karena merawat diri bukan soal mengubah apa yang telah terjadi, tetapi menghargai tubuh yang sudah berjuang demi hadirnya buah hati.
Navila Bust Firm Formula untuk Bantu Kembalikan Kekencangan Kulit Payudara
Sebagai pendukung perawatan harian, Navila Bust Firm Formula hadir dengan formula yang lembut dan aman untuk ibu menyusui. Kandungan Pullulan dan Liftonin memberikan efek lifting instan sekaligus memperbaiki struktur kulit secara bertahap. Serum ini dirancang agar efektif namun tetap praktis digunakan dalam rutinitas harian Mams.
Kelebihannya tidak berhenti di situ. Kigelia Africana dan Panax Ginseng di dalamnya membantu menegaskan kembali kontur kulit dan mendukung regenerasi sel. Kombinasi bahan seperti Collagen, Niacinamide, dan Sodium Hyaluronate juga menjaga kelembapan kulit serta membantu meratakan warna kulit secara alami. Semua kandungan ini bekerja bersamaan untuk memperkuat, menghidrasi, dan menjaga kenyamanan kulit area payudara.

Teksturnya yang ringan dan mudah menyerap membuat serum ini nyaman digunakan tanpa mengganggu proses menyusui. Ditambah lagi, kandungan Titanium Dioxide membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV, dan bahan seperti Astragalus Membranaceus serta Codonopsis Pilosula mendukung perbaikan stretch mark yang mungkin muncul setelah kehamilan.
Dengan formulasi menyeluruh, Navila Bust Firm Formula Serum tidak hanya membantu mengembalikan elastisitas, tapi juga menjaga rasa percaya diri Mams pasca menyusui. Dengan pemakaian rutin, cara mengatasi payudara kendur bisa dilakukan dengan aman dan efektif, tanpa mengganggu aktivitas menyusui.
References
- Healthline. Breasts After Breastfeeding: How They Change and What You Can Do. Retrieved from https://www.healthline.com/health/breastfeeding/breasts-after-breastfeeding
- ASPS. Breastfeeding Does Not Cause Sagging Breasts in Augmentation Patients, ASPS Study Finds. Retrieved from https://www.plasticsurgery.org/news/press-releases/breastfeeding-does-not-cause-sagging-breasts-in-augmentation-patients-asps-study-finds
- Healthline. How to Strengthen Cooper’s Ligaments and Prevent Sagging. Retrieved from https://www.healthline.com/health/coopers-ligaments
- UPMC. What to Know About Sagging Breasts After Pregnancy. Retrieved from https://share.upmc.com/2023/10/sagging-breasts-after-pregnancy/
- Science Daily. Breastfeeding Study Dispels Sagging Myth. Retrieved from https://www.sciencedaily.com/releases/2007/11/071101170723.htm
- Rinker, B., Veneracion, M., & Walsh, C. P. (2008). The effect of breastfeeding on breast aesthetics. Aesthetic Surgery Journal, 28(5), 534-537. https://academic.oup.com/asj/article-abstract/28/5/534/202938
- UPMC. What to Know About Sagging Breasts After Pregnancy. Retrieved from https://share.upmc.com/2023/10/sagging-breasts-after-pregnancy/
- Parents. 6 Things That Happen to Your Breasts After Breastfeeding. Retrieved from https://www.parents.com/pregnancy/my-body/postpartum/what-happens-to-your-breasts-after-breastfeeding/