Minyak telon sudah lama menjadi bagian penting dalam perawatan harian bayi. Bukan hanya karena aromanya yang menenangkan, tapi juga manfaatnya dalam memberikan kehangatan, meredakan perut kembung, hingga melindungi dari gigitan serangga. Karena itulah, banyak orang tua menjadikan minyak telon sebagai perlengkapan wajib di rumah.
Namun, Mams perlu tahu bahwa tidak semua minyak telon aman digunakan, terutama bagi kulit bayi yang masih sangat sensitif. Bila tidak cocok, justru bisa menimbulkan iritasi, kemerahan, bahkan reaksi alergi. Oleh karena itu, penting bagi Mams untuk memahami apa saja yang harus diperhatikan sebelum memilih produk minyak telon untuk si kecil.
Kenali Kandungan Minyak Telon yang Aman untuk Bayi
Secara umum, minyak telon terbuat dari campuran tiga bahan utama, yaitu minyak kayu putih, minyak adas, dan minyak kelapa. Kombinasi ini dikenal ampuh untuk menghangatkan tubuh dan menjaga kelembapan kulit bayi. Namun, komposisi masing-masing kandungan minyak telon perlu diperhatikan. Konsentrasi minyak kayu putih yang terlalu tinggi, misalnya, bisa menyebabkan sensasi panas berlebih dan membuat kulit bayi tidak nyaman.
Idealnya, menurut Journal of General-Procedural Dermatology & Venereology Indonesia, pilih minyak telon dengan kandungan minyak kayu putih di bawah 42%, minyak adas sekitar 8%, serta proporsi minyak kelapa yang cukup untuk membantu melembapkan. Selain itu, hindari produk yang mengandung alkohol, parfum buatan, atau pewarna sintetis karena berisiko memicu alergi atau membuat kulit bayi kering.
Pastikan pula produk mencantumkan label seperti “dermatologically tested” serta memiliki izin edar dari BPOM. Semua ini akan membantu Mams memastikan bahwa minyak telon yang digunakan benar-benar aman untuk bayi.
Pilih yang Tidak Terlalu Panas di Kulit
Meskipun minyak kayu putih memberikan efek hangat, jika kadarnya terlalu tinggi, bisa membuat kulit bayi terasa panas hingga perih. Ini karena kandungan 1,8-cineole di dalamnya, yang dikenal sebagai zat aktif pemicu sensasi panas. Beberapa bayi bahkan bisa menjadi rewel setelah diolesi minyak telon yang terlalu “tajam” atau tidak cocok dengan jenis kulitnya.
Untuk menghindari hal ini, Mams bisa memilih minyak telon dengan formulasi khusus untuk bayi baru lahir. Produk ini lebih lembut di kulit bayi. Campuran minyak pembawa seperti minyak kelapa atau minyak zaitun juga membantu menetralkan panas dan menjaga kelembapan alami kulit bayi. Sebagai langkah antisipasi, sangat disarankan untuk melakukan tes alergi minyak telon sebelum digunakan secara menyeluruh.
Perhatikan Label Keamanan dan Sertifikasi
Label pada kemasan bukan sekadar pelengkap, tapi bisa jadi sumber informasi penting yang membantu Mams menentukan pilihan terbaik. Pastikan produk minyak telon memiliki nomor registrasi BPOM yang sah. Nomor ini biasanya diawali dengan kode “TR” sebagai tanda bahwa produk telah melewati uji keamanan. Komposisi lengkap juga wajib dicantumkan agar Mams bisa mengenali bahan yang mungkin berisiko bagi kulit si kecil.
Selain BPOM, cari produk yang memiliki label sudah teruji secara dermatologis. Ini menandakan bahwa produk tersebut telah melalui pengujian dan dinilai minim risiko untuk kulit sensitif. Beberapa produk juga mencantumkan sertifikasi tambahan, seperti halal dari MUI. Sertifikasi ini menjadi nilai tambah yang memberikan rasa tenang saat digunakan setiap hari. Mams juga bisa menggunakan informasi ini untuk memperkirakan tingkat risiko sebelum melakukan tes alergi minyak telon di rumah.
Lakukan Patch Test Sebelum Pemakaian Rutin
Sebagus apa pun komposisinya, setiap kulit bayi bisa bereaksi berbeda terhadap suatu produk. Untuk itu, Mams sangat disarankan melakukan tes alergi minyak telon atau patch test sebelum mengoleskan minyak telon secara menyeluruh. Caranya mudah, pertama, oleskan sedikit minyak telon di bagian dalam lengan atau belakang lutut bayi, lalu diamkan selama 24 hingga 72 jam tanpa dibersihkan. Jika tidak muncul kemerahan, gatal, atau ruam, artinya produk tersebut cukup aman untuk digunakan secara rutin.
Metode ini juga telah diakui secara medis sebagai cara efektif untuk mendeteksi kemungkinan alergi atau iritasi ringan. Terlebih, beberapa reaksi kulit tidak selalu muncul dalam waktu singkat. Dengan melakukan patch test, Mams bisa lebih tenang dan yakin bahwa produk yang digunakan benar-benar cocok untuk kulit si kecil.
A Word From Navila
Minyak telon memang memberi banyak manfaat bagi si kecil, tapi memilih produk yang tepat tetap menjadi prioritas utama. Mulai dari kandungan bahan, tingkat kehangatan, hingga sertifikasi dan klaim keamanan, semuanya perlu diperhatikan dengan saksama. Bahkan langkah kecil seperti tes alergi minyak telon pun sangat berarti untuk menjaga kesehatan kulit bayi yang masih berkembang.

Untuk Mams yang sedang mencari minyak telon yang lembut, hangat, dan aman untuk si kecil, Minyak Telon Navila bisa jadi pilihan yang tepat. Dengan kandungan alami seperti minyak kelapa, kayu putih, adas, dan zaitun, Navila diformulasikan secara bebas alkohol dan parfum sintetis, serta sudah teruji secara klinis. Dilengkapi wangi menenangkan dan kemasan praktis, yaitu pump dan roll-on, Navila hadir untuk menemani Mams memberikan perawatan terbaik setiap hari.
References
- Zhou, J., Tierney, N. K., McCarthy, T. J., Black, K. G., Hernandez, M., & Weisel, C. P. (2017). Estimating infants’ and toddlers’ inhalation exposure to fragrance ingredients in baby personal care products. International Journal of Occupational and Environmental Health, 23(4), 291-298. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10773525.2018.1475446
- Ilona, S. E., Cahyono, A., Ellistasari, E. Y., Irawanto, M., & Kariosentono, H. (2018). The comparison of skin irritation level between topical cajeput oil and telon oil: A pilot study. Journal of General-Procedural Dermatology & Venereology Indonesia, 2(3), 5. https://scholarhub.ui.ac.id/jdvi/vol2/iss3/5/
- Klik Dokter. Bolehkah Mengoleskan Minyak Kayu Putih pada Bayi? Retrieved from https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-bayi/bolehkah-mengoleskan-minyak-kayu-putih-pada-bayi
- Lazzarini, R., Duarte, I., & Ferreira, A. L. (2013). Patch tests. Anais brasileiros de dermatologia, 88, 879-888. https://www.scielo.br/j/abd/a/vVBctktFWm8jvTRVKmx8B5L/?lang=en&format=html