Setelah persalinan, tubuh Ibu akan mengalami banyak perubahan besar untuk kembali ke kondisi sebelum hamil. Salah satu proses penting yang sering luput dari perhatian adalah involusi uterus adalah kembalinya rahim ke ukuran semula setelah membesar selama kehamilan. Meski terdengar medis, proses ini sejatinya adalah mekanisme alami yang terjadi pada setiap perempuan pasca melahirkan.

Memahami involusi uterus tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu Mams mengenali tanda-tanda pemulihan rahim yang sehat. Dengan begitu, Mams bisa lebih tenang menjalani masa nifas sekaligus lebih waspada jika muncul gejala yang mengarah pada komplikasi. Mari bahas lebih dalam bagaimana involusi terjadi, tanda pemulihan yang normal, hingga faktor yang memengaruhinya.

Involusi Uterus, Mekanisme Alami Pemulihan Rahim

Involusi uterus adalah proses kembalinya rahim ke ukuran, bentuk, dan posisi normal sebelum hamil. Proses ini dimulai segera setelah plasenta lahir dan biasanya berlangsung hingga enam minggu. Selama masa ini, berat rahim menyusut drastis dari sekitar 1.000 gram menjadi hanya 60–80 gram. Selain ukuran, struktur pendukung rahim seperti otot dasar panggul dan ligamen juga mengalami pemulihan.

Mekanismenya berlangsung melalui kontraksi otot rahim yang dipicu hormon oksitosin, penurunan hormon kehamilan yang memicu penghancuran sel otot berlebih, hingga regenerasi lapisan endometrium. Proses keluarnya lochia, cairan nifas yang terdiri dari darah dan jaringan sisa kehamilan, juga menjadi bagian dari tahapan involusi. Menurut Cleveland Clinic, semua ini merupakan tanda bahwa tubuh sedang bekerja untuk menjaga kesehatan Mams pasca melahirkan.

Tanda-Tanda Normal Pemulihan Rahim

Mams bisa mengenali pemulihan rahim melalui beberapa indikator sederhana. Pertama, fundus uteri (puncak rahim) terasa keras, berada di tengah perut, dan setiap hari ukurannya semakin mengecil. Biasanya, rahim akan turun sekitar 1 cm per hari, dan pada hari ke-10 sudah tidak teraba lagi karena kembali ke dalam panggul.

Kedua, perubahan lochia sesuai tahapan: 

  • Lochia rubra (merah gelap) pada hari 1–4.
  • Lochia serosa (merah muda/cokelat) pada hari 4–10.
  • Lochia alba (putih kekuningan) hingga minggu ke-6. 

Selama tidak berbau menyengat dan jumlahnya berangsur berkurang, kondisi ini tergolong normal. Tanda-tanda ini menegaskan bahwa involusi uterus adalah berjalan baik.

Saat Harus Waspada dan Konsultasi Medis

Meskipun involusi adalah proses alami, ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai. Jika rahim terasa lunak, lochia berbau tidak sedap, perdarahan sangat banyak, atau rahim masih teraba setelah dua minggu, hal ini bisa menandakan masalah seperti subinvolusi atau retensi jaringan plasenta. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan pasca persalinan (postpartum hemorrhage) maupun infeksi rahim.

Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan bila Mams menemukan tanda-tanda tersebut. Pemeriksaan medis dapat memastikan penyebabnya dan memberikan penanganan cepat sehingga komplikasi dapat dicegah.

Peran ASI dan Perawatan Tubuh Pasca Persalinan

Selain pengawasan medis, Mams juga bisa mendukung pemulihan dengan cara alami. Menyusui segera setelah melahirkan dan memberikan ASI eksklusif membantu mempercepat involusi uterus berkat pelepasan hormon oksitosin yang memicu kontraksi rahim. Aktivitas ringan dan senam nifas juga mendukung peredaran darah serta mempercepat pemulihan.

Di samping kesehatan rahim, Mams mungkin juga memperhatikan perubahan tubuh lain, seperti munculnya stretch mark setelah hamil. Perawatan kulit dengan stretch mark cream berbahan alami yang aman untuk ibu menyusui dapat membantu memudarkan garis kehamilan sekaligus menjaga elastisitas kulit. Dengan begitu, pemulihan pasca melahirkan tidak hanya sehat dari dalam, tetapi juga membuat Mams merasa lebih nyaman dan percaya diri dari luar.

Navila Stretch Mark Cream Terbaik

Untuk membantu memudarkan garis halus ini dan menjaga elastisitas kulit, Mams bisa menggunakan Navila Stretch Mark Cream, aman untuk ibu hamil dan diformulasikan khusus untuk merawat kulit pasca kehamilan. Yuk coba sekarang!


References

  • Cleveland Clinic. Postpartum: Meaning, stages, complications & recovery. Retrieved from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/postpartum
  • Motherly. Uterine involution. Retrieved from https://www.mother.ly/terms/uterine-involution/
  • National Center for Biotechnology Information. (2021). Postpartum changes (StatPearls [Internet]). StatPearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555904/
  • OpenStax. (2022). Physiologic changes during the postpartum period. In Maternal-newborn nursing. LibreTexts. Retrieved from https://med.libretexts.org/Bookshelves/Nursing/Maternal-Newborn_Nursing_%28OpenStax%29/20%3A_Postpartum_Care/20.02%3A_Physiologic_Changes_During_the_Postpartum_Period
  • Cleveland Clinic. Lochia: Normal discharge after childbirth. Retrieved from https://my.clevelandclinic.org/health/body/22485-lochia
  • Wild Iris Medical Education. (2023). Postpartum care. Retrieved from https://wildirismedicaleducation.com/blog/postpartum-care