Bayangkan, Mams sedang membeli produk bayi yang tampak meyakinkan. Kemasannya bersih, labelnya lengkap, dan ada QR Code di bagian belakang. Secara logika, tinggal scan saja dan informasi soal izin edar langsung muncul, bukan? Tapi anehnya, hasil scan gagal terbaca atau malah mengarah ke situs mencurigakan. Situasi ini tentu bikin cemas. Apakah produknya palsu? Atau hanya gangguan teknis belaka?
Di era digital seperti sekarang, QR Code memang menjadi alat populer untuk verifikasi keaslian produk, termasuk produk bayi, kosmetik, dan suplemen. Tapi kenyataannya, tidak semua QR Code benar-benar aman. Beberapa pelaku nakal bahkan memalsukan QR agar terlihat resmi, padahal tidak terhubung ke database BPOM.
Lalu, kalau QR gagal terbaca, bagaimana cara memastikan produk yang Mams beli benar-benar legal dan terdaftar? Tenang, artikel ini akan membantu Mams memahami penyebabnya serta langkah-langkah verifikasi yang paling aman di tahun 2025.
Penyebab QR Code BPOM Tidak Bisa Di-scan
Meskipun kelihatannya praktis, QR Code pada kemasan bisa saja gagal terbaca karena sejumlah faktor. Salah satunya adalah kualitas cetakan yang buruk. QR Code yang buram, terlalu kecil, atau tercetak tidak utuh tentu menyulitkan kamera untuk membaca datanya. Ini sering terjadi pada produk yang kemasannya tidak dicetak dengan standar industri yang baik.
Selain itu, masih banyak Mams yang menggunakan fitur pemindai bawaan ponsel alih-alih aplikasi resmi BPOM Mobile. Padahal hanya aplikasi resmi tersebut yang langsung terhubung dengan database BPOM. Bila menggunakan scanner umum, hasilnya bisa menampilkan tautan ke situs promosi, toko online, atau halaman palsu yang menyerupai BPOM, sangat berisiko jika tidak teliti.
Faktor teknis lain pun perlu diperhatikan, seperti pencahayaan saat pemindaian, izin akses kamera yang belum aktif, hingga koneksi internet yang tidak stabil. Bahkan menurut siaran resmi BPOM tahun 2025, pemalsuan QR Code makin marak terjadi dan kerap mengarahkan pengguna ke domain palsu. Karena itulah, BPOM menyarankan agar konsumen tidak hanya bergantung pada scan QR, tapi juga melakukan verifikasi manual lewat situs resmi BPOM.
Cara Cek QR Code BPOM yang Benar
Ada dua cara yang dapat Mams lakukan untuk mengecek kode BPOM suatu produk, yaitu melalui aplikasi resmi BPOM dan situs resmi BPOM.
Melalui Aplikasi Scanner yang Tepat
Cara pertama, Mams bisa menggunakan aplikasi resmi dari BPOM yang bernama BPOM Mobile. Aplikasi ini tersedia gratis di Google Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iPhone.
Setelah aplikasinya terpasang, ikuti langkah berikut:
- Buka aplikasi BPOM Mobile.
- Pilih menu “Scan Produk”.
- Arahkan kamera ponsel ke QR Code yang ada pada kemasan produk.
- Pastikan sudah mengizinkan akses kamera dan lokasi (GPS) agar proses scanning berjalan lancar.
- Hasilnya seperti ini:

Sebagai catatan, hindari menggunakan fitur scan dari browser atau aplikasi yang tidak resmi, karena hasilnya sering kali tidak akurat dan tidak terhubung langsung ke database resmi BPOM. Hal ini bisa membuat Mams salah dalam menilai keaslian produk.
Melalui Situs Web Resmi
Jika Mams tidak ingin mengunduh aplikasi, tenang saja, ada cara lain yang lebih praktis. Mams bisa mengecek langsung melalui situs resmi BPOM tanpa perlu install apa pun.
Sebagai contoh, misalnya Mams ingin mengecek apakah Minyak Telon Navila Saranghae sudah terdaftar resmi di BPOM, berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs resmi BPOM di browser, yaitu https://cekbpom.pom.go.id
- Di halaman utama, Mams akan melihat kolom pencarian bertuliskan “Cari Produk”.
- Masukkan kode registrasi BPOM dari produk tersebut. Untuk produk Minyak Telon Navila Saranghae, misalnya, kodenya adalah TR246006021.
- Klik tombol “Cari” atau tekan Enter.
- Setelah itu, akan muncul informasi lengkap mengenai produk, seperti: Nama produk, Nomor registrasi, Bentuk sediaan, Nama pemilik izin edar, Nama pendaftar, seperti:

Cara Mengenali QR Code yang Terhubung ke Situs BPOM Asli
Tidak semua QR Code yang tertera di kemasan produk benar-benar terhubung ke situs resmi milik BPOM. Hal pertama yang perlu Mams periksa adalah domain situs yang muncul setelah pemindaian. Situs resmi dari pemerintah Indonesia untuk pengecekan izin edar hanya satu: cekbpom.pom.go.id. Jika hasil scan mengarah ke domain lain seperti “bpom-check” atau “cekbp0m”, sebaiknya langsung curigai keasliannya.
QR Code resmi akan langsung menampilkan data lengkap produk yang bersangkutan. Beberapa informasi yang muncul antara lain nama produk, nomor registrasi (seperti NA untuk kosmetik, TR untuk jamu, atau ML untuk makanan), bentuk sediaan, dan nama perusahaan yang mendaftarkannya. Tampilan ini bukan sekadar banner atau promosi, melainkan data faktual dari database resmi BPOM.
Sebaliknya, QR palsu biasanya mengarahkan ke halaman promosi, redirect ke e-commerce, atau bahkan halaman yang menyerupai BPOM tapi tidak memiliki fitur validasi data. Untuk menghindari hal ini, Mams sebaiknya mencatat nomor registrasi produk yang tertera di kemasan, lalu memverifikasinya secara manual melalui situs resmi. Aplikasi BPOM Mobile yang bisa diunduh gratis di Play Store dan App Store juga dapat menjadi alat bantu aman, selama diakses dengan izin kamera dan jaringan internet yang stabil.
Selain QR Code, Apa Lagi yang Harus Diperiksa?
Meskipun QR Code bisa membantu, bukan berarti itu satu-satunya bukti keaslian produk. Pemalsuan QR makin canggih, dan tidak jarang disertai halaman imitasi yang sangat menyerupai tampilan BPOM. Untuk itu, Mams perlu melakukan pemeriksaan ganda dengan nomor registrasi yang biasanya tertulis jelas di kemasan.
Nomor registrasi ini terdiri dari kode seperti NA (kosmetik), TR (jamu), dan ML (makanan/minuman). Nomor tersebut bisa langsung dimasukkan ke situs cekbpom.pom.go.id untuk memastikan status legalitas produk. Jika nomor tidak terdaftar atau tidak sesuai dengan produk yang dimaksud, bisa jadi produk tersebut tidak memiliki izin edar resmi.
Pemeriksaan visual terhadap kemasan juga tidak kalah penting. Perhatikan apakah labelnya utuh, cetakannya tajam, tidak ada tempelan ulang, serta terdapat segel keamanan atau hologram asli. Produk resmi umumnya mencantumkan informasi lengkap seperti nama produsen, nomor izin edar, dan tanggal kedaluwarsa. Jika kemasan tampak mencurigakan atau ada informasi yang terkesan ditutupi, sebaiknya jangan ambil risiko.
BPOM juga mewanti-wanti masyarakat untuk tidak sembarangan percaya hasil scan QR yang mengarah ke domain asing atau situs tidak aman. Bahkan, mulai tahun 2025, BPOM memperkenalkan sistem tambahan bernama digital verification seal untuk memperkuat keamanan, khususnya pada produk-produk sensitif seperti kebutuhan bayi dan ibu hamil.
A Word From Navila
Memang praktis, tinggal scan QR code pada kemasan dan informasi produk langsung muncul. Tapi jangan sampai kemudahan ini membuat kita lengah. Tak semua QR Code benar-benar mengarah ke situs BPOM yang sah. Bahkan, tak jarang QR digunakan untuk menipu konsumen agar percaya pada produk ilegal atau belum terdaftar.
Dengan memahami cara cek QR Code BPOM yang benar, menggunakan aplikasi resmi, memastikan domain hasil scan adalah cekbpom.pom.go.id, dan mencocokkan detail produk, Mams bisa melindungi keluarga dari risiko produk palsu yang membahayakan kesehatan.
Menariknya, dalam kode BPOM terdapat dua jenis, yaitu TR (jamu) dan NA (kosmetik), yang sering kali belum banyak diketahui perbedaannya. Yuk, ketahui perbedaannya di: Perbedaan Izin TR dan NA dalam Izin Edar BPOM.
References
- BPOM. Cek Kode BPOM. Retrieved from https://cekbpom.pom.go.id/