Menjelang waktu berbuka, sore Ramadan sering menjadi momen paling menantang di rumah. Energi Si Kecil mulai menurun setelah beraktivitas seharian, rasa bosan muncul, dan emosinya lebih mudah naik turun. Tak jarang, Mams merasa waktu berjalan sangat lambat, sementara ia justru semakin sulit diajak menunggu hingga adzan magrib.
Karena itu, pertanyaan seperti kegiatan ngabuburit apa saja yang cocok bersama anak sering muncul. Padahal, kegiatan ngabuburit bukan sekadar cara mengisi waktu, tetapi bisa menjadi momen bonding yang hangat sekaligus membantu anak belajar mengelola emosi. Dengan pilihan aktivitas yang tepat, waktu menunggu berbuka justru bisa terasa lebih tenang dan bermakna. Berikut ini rekomendasi kegiatan ngabuburit yang disusun berdasarkan kebutuhan emosi dan perkembangan anak.
Masak Bareng Menu Buka Puasa Sederhana
Mengajak Si Kecil masak bareng menu buka puasa sederhana bisa menjadi contoh kegiatan ngabuburit yang menyenangkan sekaligus edukatif. Aktivitas ringan seperti mencuci buah, menyusun kurma, atau mengaduk adonan melatih koordinasi tangan dan mata. Gerakan kecil ini penting untuk mendukung perkembangan motorik halus yang kelak dibutuhkan dalam aktivitas mandiri sehari-hari.
Di waktu ngabuburit, anak cenderung lebih sensitif karena tubuh mulai lelah. Ketika ia diberi peran sederhana di dapur, fokusnya teralihkan dari rasa lapar dan bosan. Rasa dilibatkan membuatnya merasa dihargai, sehingga lebih tenang secara emosional dan tidak mudah rewel menjelang berbuka.
Lebih dari itu, kebersamaan di dapur membuka ruang komunikasi yang hangat tanpa tekanan. Tidak ada tuntutan, tidak ada gadget, hanya obrolan ringan yang mengalir alami. Dari sini, kegiatan ngabuburit berubah menjadi pengalaman belajar dan kebersamaan yang berkesan, bukan sekadar menunggu waktu.
Ngabuburit Kreatif (Menggambar, Mewarnai, atau DIY Tema Ramadan)
Aktivitas kreatif seperti menggambar, mewarnai, atau DIY bertema Ramadan termasuk kegiatan ngabuburit yang efektif untuk menenangkan anak. Saat memegang krayon, kuas, atau gunting, ia melatih koordinasi tangan dan jari yang penting untuk kesiapan menulis. Kegiatan ini juga bersifat visual dan berulang, sehingga membantu anak tetap fokus meski energinya menurun.
Selain motorik, aktivitas kreatif melatih kesabaran dan konsentrasi. Proses memilih warna, menyelesaikan satu gambar, atau mengikuti pola sederhana membantu anak bertahan pada satu aktivitas dalam durasi tertentu. Inilah alasan kegiatan ini cenderung lebih menenangkan dibanding hiburan pasif seperti layar.
Ngabuburit kreatif juga menjadi media ekspresi emosi yang aman. Anak bisa “bercerita” lewat gambar dan warna, sementara Mams mendampingi dengan obrolan ringan. Kedekatan emosional yang terbangun membuat ia merasa diperhatikan, sehingga waktu menunggu berbuka terasa lebih hangat dan penuh makna.
Cerita Sore (Dongeng Ramadan atau Cerita Hari Ini)
Bercerita di sore hari merupakan salah satu contoh kegiatan ngabuburit yang sederhana namun berdampak besar. Saat mendengarkan dongeng atau menceritakan pengalaman hari ini, anak belajar menyusun kata, memahami alur, dan mengekspresikan pikirannya. Proses ini membantu perkembangan bahasa secara alami, tanpa tekanan belajar formal.
Lebih dari itu, cerita sore membantu anak memproses emosi setelah seharian beraktivitas. Banyak anak belum mampu mengungkapkan perasaan secara langsung. Melalui cerita, ia belajar mengenali emosi seperti senang, lelah, atau kecewa. Ketika Mams mendengarkan dengan penuh perhatian, anak merasa perasaannya diterima.
Dari sisi kedekatan, momen bercerita memperkuat rasa aman. Interaksi responsif seperti mendengarkan cerita anak membantu ia lebih tenang dan kooperatif menjelang berbuka. Inilah mengapa kegiatan ngabuburit dengan bercerita bukan hanya pengisi waktu, tetapi juga sarana membangun koneksi emosional yang kuat.
Rutinitas Ngabuburit yang Hangat dan Menenangkan
Mandi air hangat di sore hari bisa menjadi penutup aktivitas yang menenangkan selama ngabuburit. Air hangat membantu tubuh lebih rileks setelah beraktivitas, membuat otot terasa nyaman, dan membantu anak beralih dari kondisi aktif ke lebih tenang. Efek relaksasi ini penting untuk menyiapkan tubuh menjelang waktu istirahat.
Setelah mandi, duduk santai bersama keluarga sambil mengobrol ringan atau membaca cerita membantu mengalihkan fokus dari rasa lapar. Rutinitas sederhana ini mengajarkan anak bahwa sore hari adalah waktu untuk menenangkan diri. Pola yang konsisten membantu ia lebih mudah mengatur emosi dan tidak mudah rewel.
Sebagai pelengkap rutinitas hangat ini, Mams bisa memijat lembut tubuh Si Kecil setelah mandi. Sentuhan ringan dengan aroma yang menenangkan membantu tubuh terasa lebih nyaman dan memberikan sinyal relaksasi sebelum berbuka. Rutinitas kecil yang dilakukan konsisten inilah yang membuat kegiatan ngabuburit terasa lebih damai, hangat, dan selalu dirindukan selama Ramadan.

Untuk menyempurnakan rutinitas ngabuburit yang hangat dan menenangkan, Mams bisa melanjutkannya dengan memijat lembut tubuh Si Kecil menggunakan Navila Telon Oil setelah mandi. Sentuhan ringan dengan aroma yang menenangkan membantu tubuh anak merasa lebih hangat dan nyaman, sekaligus memberi sinyal relaksasi sebelum waktu berbuka. Aroma telon yang lembut juga dikenal dapat membantu menciptakan rasa tenang, sehingga anak lebih rileks saat menunggu adzan. Dengan penggunaan rutin, Navila Telon Oil bukan hanya menjaga kehangatan, tapi juga menjadi bagian dari momen bonding hangat yang akan selalu diingat Si Kecil selama Ramadan.
References
- HealthyChildren. 5 Great Reasons to Cook with Your Kids. Retrieved from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Cooking-With-Your-Children.aspx
- The ParentZ. The Role of Storytelling in Child Development. Retrieved from https://www.theparentz.com/child-development/the-role-of-storytelling-in-child-development
- Haghayegh, S., Khoshnevis, S., Smolensky, M. H., Diller, K. R., & Castriotta, R. J. (2019). Before-bedtime passive body heating by warm shower or bath to improve sleep: A systematic review and meta-analysis. Sleep medicine reviews, 46, 124-135.





