Minyak telon sudah menjadi bagian dari budaya perawatan bayi di Indonesia. Kehangatannya kerap diandalkan untuk membantu meredakan perut kembung, menjaga suhu tubuh tetap stabil, hingga memberi aroma khas yang menenangkan. Namun, di balik manfaat tersebut, tidak sedikit Mams yang mulai bertanya-tanya, apakah minyak telon benar-benar aman untuk kulit newborn yang masih sangat sensitif?

Pertanyaan ini wajar muncul, apalagi jika setelah pemakaian, si kecil tampak rewel atau menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman. Kulit bayi yang baru lahir memang berbeda dengan anak yang lebih besar, jauh lebih tipis, lebih rentan, dan belum memiliki sistem perlindungan kulit yang sempurna. Maka, penting bagi Mams untuk memahami tanda-tanda saat minyak telon terasa terlalu panas di kulit bayi, penyebab di baliknya, serta cara memilih dan menggunakan produk dengan bijak agar tetap aman dan menenangkan.

Mengapa Minyak Telon Bisa Terasa Terlalu Panas pada Kulit Bayi?

Kunci dari efek hangat minyak telon terletak pada komposisinya. Umumnya, minyak telon dibuat dari campuran minyak kayu putih, minyak adas, dan minyak kelapa. Di antara ketiganya, minyak kayu putih punya efek paling menghangatkan karena mengandung 1,8-cineole, senyawa aktif yang merangsang pelebaran pembuluh darah di kulit, sehingga timbul sensasi hangat. Dalam jumlah tepat, efek ini tentu membantu membuat bayi merasa nyaman, terutama setelah mandi atau saat cuaca dingin.

Namun, bila kadar minyak kayu putih terlalu tinggi, sensasi hangat tersebut bisa berubah menjadi panas menyengat. Pada kulit newborn yang masih sangat tipis, reaksi ini bisa terjadi lebih cepat. Berdasarkan studi Pediatric Dermatology, kulit bayi bisa 20–30% lebih tipis dari kulit dewasa, dengan kadar air lebih rendah dan fungsi pelindung yang belum sempurna. Artinya, zat aktif seperti 1,8-cineole bisa menembus lebih dalam dan memicu iritasi atau sensasi panas berlebih.

Inilah mengapa pemilihan minyak telon untuk bayi newborn harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Beberapa produk menambahkan minyak esensial seperti eucalyptus untuk efek relaksasi, tapi bahan-bahan ini justru bisa memperparah sensasi panas jika kulit bayi belum terbiasa. Oleh sebab itu, penting bagi Mams untuk mengecek komposisi dengan cermat sebelum menggunakan produk apa pun ke kulit si Kecil.

Tanda-Tanda Bayi Merasa Kepanasan Setelah Diberi Minyak Telon

Setiap bayi bisa menunjukkan reaksi berbeda terhadap produk perawatan. Ada yang tampak nyaman, ada pula yang justru rewel setelah diberi minyak telon. Jika si kecil menunjukkan perubahan perilaku setelah pemakaian, Mams perlu waspada. Bisa jadi, tubuhnya sedang memberi sinyal bahwa sensasi hangat tersebut terlalu berlebihan untuknya.

Berikut beberapa tanda yang perlu Mams perhatikan:

  • Bayi menjadi lebih rewel atau menangis tanpa sebab jelas setelah pemakaian
  • Muncul kemerahan, bercak, atau bintik pada area kulit yang diolesi
  • Kulit terasa lebih panas dari biasanya saat disentuh
  • Bayi terlihat menggaruk atau menolak disentuh di area tersebut
  • Tampak gelisah atau tidak nyaman saat digendong

Jika tanda-tanda tersebut muncul, langkah pertama yang bisa Mams lakukan adalah membersihkan area kulit dengan kain hangat yang lembut, cukup dengan air tanpa sabun. Hentikan pemakaian sementara, dan amati selama 1–2 hari. Bila keluhan berlanjut atau tampak memburuk (misalnya timbul lepuhan atau kulit mengelupas), sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Perlu diingat, tidak semua reaksi berarti produk tersebut berbahaya, tapi bisa jadi tidak cocok untuk kulit bayi Mams.

Tips Memilih Minyak Telon yang Aman untuk Kulit Sensitif

Memilih minyak telon untuk bayi newborn tidak bisa sembarangan. Kulit bayi yang masih sangat muda memiliki struktur pelindung yang belum sempurna, sehingga rentan terhadap bahan-bahan kimia tertentu. Mams perlu memastikan bahwa produk yang digunakan memang diformulasikan khusus untuk kulit newborn dan telah melalui uji dermatologi.

Utamakan produk yang secara khusus diformulasikan untuk newborn atau kulit sensitif. Biasanya, produk ini memiliki formula ringan dan tidak menggunakan tambahan zat yang bersifat keras, seperti alkohol atau parfum sintetis. Selain itu, hindari minyak telon yang mencampurkan terlalu banyak minyak esensial tambahan, karena dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama jika tidak melalui pengujian kulit sebelumnya.

Pastikan juga produk pilihan Mams memiliki label “dermatologically tested”, sebagai jaminan bahwa produk tersebut telah melalui uji klinis dan aman digunakan pada bayi. Mams juga disarankan untuk membaca komposisi secara menyeluruh, dan memilih yang mengandung bahan dasar seperti minyak kelapa, minyak adas, dan kayu putih dengan kadar seimbang.

Sebagai langkah tambahan, lakukan uji tempel (patch test) sebelum pemakaian rutin. Oleskan sedikit minyak di lengan bayi, lalu amati selama 24 jam. Bila tidak muncul reaksi negatif, Mams bisa merasa lebih tenang saat menggunakannya pada area tubuh lainnya.

Langkah-langkah praktis memilih minyak telon yang aman:

  • Pilih produk khusus newborn atau kulit sensitif
  • Hindari kandungan alkohol, parfum, dan minyak esensial tambahan
  • Cari label “hypoallergenic” dan “dermatologically tested
  • Periksa komposisi utama: minyak kelapa, adas, dan kayu putih
  • Lakukan patch test sebelum pemakaian rutin

Cara Aman Menggunakan Minyak Telon agar Tidak Menyebabkan Panas Berlebih

Selain memilih produk yang tepat, cara penggunaan juga memengaruhi seberapa aman dan nyaman minyak telon di kulit bayi. Meskipun tujuannya baik, untuk menghangatkan tubuh dan memberi rasa nyaman, pemakaian berlebihan atau teknik yang kurang tepat justru bisa memberi efek sebaliknya.

Gunakan minyak telon untuk bayi baru lahir dalam jumlah yang wajar, sekitar 2–3 tetes per area tubuh. Hindari mengoleskannya di area wajah, lipatan paha, atau langsung setelah mandi air hangat karena pori-pori kulit yang terbuka lebih mudah menyerap zat aktif. Perhatikan pula frekuensi pemakaian, tidak perlu terlalu sering dalam satu hari.

Selalu perhatikan reaksi bayi setelah pemakaian. Bila si kecil tampak rewel, kulit memerah, atau terasa panas saat disentuh, segera bersihkan dengan kain basah dan hentikan pemakaian. Setiap bayi memiliki tingkat sensitivitas berbeda, sehingga penting untuk terus memantau respons tubuhnya.

Pada akhirnya, minyak telon tetap bisa menjadi bagian dari rutinitas perawatan harian, selama digunakan dengan bijak. Bila Mams masih ragu, berkonsultasi dengan tenaga medis seperti bidan atau dokter anak bisa membantu memastikan apakah produk dan cara pakai yang dipilih sudah sesuai untuk si Kecil.

A Word From Navila

Minyak telon tetap menjadi warisan tradisional yang berharga dalam merawat bayi, tetapi pemahamannya harus terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran akan sensitivitas kulit newborn. Reaksi seperti panas berlebih, ruam, atau bayi yang tampak tidak nyaman bisa jadi penanda bahwa kulit si Kecil butuh perlindungan ekstra. Maka dari itu, memilih minyak telon untuk bayi newborn bukan sekadar soal aroma, tapi tentang keamanannya bagi kulit.

Minyak Telon untuk Bayi Kulit Sensitif: Minyak Telon Terwangi Navila

Untuk Mams yang mencari kenyamanan tanpa kekhawatiran, Navila Telon Oil bisa menjadi pilihan. Dengan kandungan cajuput yang hanya 40%, dipadukan minyak kelapa dan zaitun yang melembapkan, Navila memberikan sensasi hangat yang lembut tanpa membuat kulit bayi terasa terbakar. Yang pasti Minyak Telon Navila berada di bawah ambang rata-rata TEWL, sehingga aman untuk kulit si kecil yang sensitif. Minyak telon terbaik ini juga telah melalui uji dermatologi dan diformulasikan khusus untuk kulit newborn. Tersedia dalam aroma menenangkan seperti Lavender, Green Tea, Kasturi hingga varian khas Arasso dan Saranghae.

Jaga kehangatan si kecil tanpa khawatir. Bersama Navila, kehangatan menjadi pelukan yang aman dan menenangkan.


References

  • Ilona, S. E., Cahyono, A., Ellistasari, E. Y., Irawanto, M., & Kariosentono, H. (2018). The comparison of skin irritation level between topical cajeput oil and telon oil: A pilot study. Journal of General-Procedural Dermatology & Venereology Indonesia, 2(3), 5. https://scholarhub.ui.ac.id/jdvi/vol2/iss3/5/
  • Stamatas, G. N., Nikolovski, J., Luedtke, M. A., Kollias, N., & Wiegand, B. C. (2010). Infant skin microstructure assessed in vivo differs from adult skin in organization and at the cellular level. Pediatric dermatology, 27(2), 125-131. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1525-1470.2009.00973.x
  • Choi, E. H. (2025). Skin barrier function in neonates and infants. Allergy, Asthma & Immunology Research, 17(1), 32. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11791375/
  • Klik Dokter. Bolehkah Mengoleskan Minyak Kayu Putih pada Bayi? Retrieved from https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-bayi/bolehkah-mengoleskan-minyak-kayu-putih-pada-bayi
  • Hopkins Medicine. Are Essential Oils Safe for Children? Retrieved from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/are-essential-oils-safe-for-children
  • Healthline. Safe Essential Oils for Babies and How to Use Them. Retrieved from https://www.healthline.com/health/parenting/essential-oils-for-babies