Jerawat sering muncul tiba-tiba dan bisa langsung memengaruhi rasa percaya diri, terutama bagi Mams yang aktif menjalani berbagai peran. Di tengah banyaknya produk skincare berbahan kimia, makin banyak Mams mulai melirik perawatan alami yang lebih lembut dan aman untuk kulit. Salah satu bahan yang jadi favorit adalah green tea. Bukan hanya menyehatkan saat diminum, teh hijau juga dikenal kaya antioksidan dan cocok untuk kulit sensitif.
Green tea mengandung senyawa EGCG (Epigallocatechin Gallate) yang bersifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antioksidan kuat. Kombinasi manfaat ini dipercaya mampu meredakan kemerahan, mengontrol minyak berlebih, dan melawan bakteri penyebab jerawat. Namun, manfaatnya tidak langsung terlihat dan tetap perlu penggunaan yang tepat dan konsisten. Di artikel ini, Mams akan menemukan informasi lengkap tentang cara kerja green tea, panduan pemakaian yang aman, hingga tips memilih produk terbaik untuk kulit berjerawat.
Apa Kata Ilmu tentang Green Tea dan Jerawat?
Sejumlah studi dermatologis telah mendukung potensi green tea dalam merawat jerawat. EGCG terbukti mampu menetralkan radikal bebas yang memicu peradangan kulit, sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri seperti Propionibacterium acnes. Efek ini membantu menurunkan intensitas peradangan dan meminimalkan jerawat aktif. Tak heran bila kini banyak produk skincare mulai memasukkan ekstrak green tea ke dalam formulasi mereka.
Penelitian di Journal of Drugs in Dermatology menguji lotion teh hijau 2% pada 20 pasien jerawat ringan hingga sedang selama enam minggu. Hasilnya, jumlah lesi berkurang hingga 58% dan indeks keparahan jerawat turun 39%. Green tea juga terbukti mengurangi produksi sebum berlebih. Efek antioksidannya membantu mempercepat regenerasi kulit yang rusak akibat jerawat.
Tak hanya mengurangi jerawat, green tea juga memperbaiki kondisi kulit secara menyeluruh. Kandungan EGCG membantu meredakan inflamasi, membersihkan pori-pori dari bakteri, serta mempercepat hilangnya bekas jerawat. Namun, efektivitas green tea sangat tergantung pada konsistensi penggunaan dan kualitas produk yang digunakan. Jika Mams menggunakan secara rutin dan sesuai anjuran, green tea bisa menjadi solusi alami yang mendukung perawatan kulit tanpa menyebabkan iritasi.
Cara Kerja Green Tea dalam Mengatasi Jerawat
Jerawat muncul akibat kombinasi produksi minyak berlebih, penyumbatan pori, pertumbuhan bakteri, dan peradangan kulit. Saat sebum dan sel kulit mati menumpuk, bakteri lebih mudah berkembang dan memicu jerawat. Oleh karena itu, perawatan jerawat perlu bersifat menyeluruh, tidak hanya menekan minyak, tapi juga meredakan peradangan dan mencegah pertumbuhan bakteri.
Green tea bekerja efektif mengatasi berbagai penyebab jerawat. Dalam Journal of Investigative Dermatology EGCG dalam teh hijau terbukti menurunkan produksi minyak hingga 70% dengan menekan jalur AMPK–SREBP-1. Efek ini selaras dengan penghambatan enzim 5α-reduktase yang berperan dalam pembentukan DHT. Kandungan ini juga melawan bakteri P. acnes dan meredakan kemerahan pada kulit berjerawat.
Menariknya, green tea juga dapat membantu mengatasi bekas jerawat berupa hiperpigmentasi. Polifenol di dalamnya membantu menghambat produksi melanin berlebih yang sering terjadi pascaperadangan. Bila dipadukan dengan bahan lain seperti niacinamide atau hyaluronic acid, manfaatnya bisa lebih maksimal, baik untuk mencerahkan kulit maupun menjaga kelembapan. Pendekatan ini mendukung pemulihan kulit secara menyeluruh, bukan hanya meredakan jerawat.
Cara Aman Menggunakan Green Tea untuk Kulit Berjerawat
Untuk pemakaian topikal, green tea bisa digunakan dalam berbagai bentuk, seperti masker, toner alami, hingga facial steam. Masker dari bubuk green tea (matcha) bisa dicampur dengan air mawar, sementara toner bisa dibuat dari seduhan teh hijau yang telah didinginkan. Facial steam dari air rebusan green tea juga bermanfaat untuk membuka pori dan menenangkan kulit.
Namun, Mams tetap perlu berhati-hati jika membuat sendiri. Untuk toner misalnya, cukup gunakan 1 sendok makan daun teh hijau untuk 1 gelas air matang. Simpan di kulkas dalam wadah steril, dan gunakan maksimal dalam 5–7 hari. Selalu lakukan patch test sebelum mencoba produk baru, apalagi jika kulit Mams sensitif. Oleskan sedikit larutan di belakang telinga atau pergelangan tangan, lalu tunggu reaksi selama 24 jam.
Untuk Mams yang sedang hamil atau menyusui, penggunaan green tea secara topikal umumnya aman karena tidak diserap tubuh dalam jumlah signifikan. Meski begitu, perubahan hormon bisa membuat kulit lebih sensitif, jadi tetap lakukan uji sensitivitas. Hindari produk green tea dengan tambahan alkohol, parfum, atau bahan aktif keras lain. Pilih produk yang sudah teruji secara dermatologis dan sesuai jenis kulit.
Apakah Green Tea Bisa Menggantikan Skincare Medis?
Meski green tea terbukti efektif dalam merawat jerawat ringan hingga sedang, perannya tetap sebagai pendamping, bukan pengganti terapi medis. Jerawat berat seperti cystic acne atau jerawat hormonal membutuhkan perawatan dari dokter kulit. Terapi seperti retinoid, antibiotik topikal, atau terapi hormonal lebih tepat untuk kondisi semacam ini.
Namun, sebagai bagian dari rutinitas skincare harian, green tea bisa menjadi pelengkap yang sangat bermanfaat. Kandungan polifenol di dalamnya membantu menenangkan kulit, mengurangi kemerahan, dan memperbaiki tekstur kulit secara bertahap. Penelitian dalam jurnal Antioxidants bahkan menunjukkan bahwa penggunaan rutin skincare berbasis green tea mampu memperbaiki kualitas kulit secara menyeluruh.
Jika jerawat Mams sering kambuh atau tak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit untuk menemukan akar masalahnya. Green tea tetap bisa digunakan sebagai bagian dari perawatan pendukung, tapi bukan satu-satunya solusi. Pilih produk yang aman, terdaftar BPOM, dan diformulasikan khusus untuk kulit sensitif. Produk seperti facial foam atau serum ringan berbahan green tea bisa jadi pilihan tepat untuk merawat kulit berjerawat dengan cara yang lembut.
A Word From Navila
Green tea bukan sekadar minuman sehat, tapi juga bahan alami yang menjanjikan untuk merawat kulit berjerawat. Kandungan EGCG di dalamnya efektif membantu menekan peradangan, mengontrol sebum, dan mempercepat penyembuhan bekas jerawat secara alami. Untuk Mams yang ingin perawatan yang lembut namun tetap efektif, green tea bisa menjadi pilihan aman yang mendukung kesehatan kulit.
Namun, perawatan tidak berhenti saat jerawat menghilang. Bekas jerawat dan rusaknya skin barrier dapat memicu kehilangan kelembapan kulit, yang dikenal sebagai TEWL (Transepidermal Water Loss). Memahami nilai TEWL penting agar Mams bisa menjaga kulit tetap lembap dan sehat setelah fase jerawatan. Yuk, pelajari lebih lanjut di: Memahami Indikator Nilai TEWL, Kunci Menjaga Kesehatan Kulit.
References
- Elsaie, M. L., Abdelhamid, M. F., Elsaaiee, L. T., & Emam, H. M. (2009). The efficacy of topical 2% green tea lotion in mild-to-moderate acne vulgaris. Journal of drugs in dermatology: JDD, 8(4), 358-364. https://europepmc.org/article/med/19363854?crsi=662497042&cicada_org_src=healthwebmagazine.com&cicada_org_mdm=direct
- Yoon, J. Y., Kwon, H. H., Min, S. U., Thiboutot, D. M., & Suh, D. H. (2013). Epigallocatechin-3-gallate improves acne in humans by modulating intracellular molecular targets and inhibiting P. acnes. Journal of Investigative Dermatology, 133(2), 429-440. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0022202X1536111X/?amp=1
- Saric, S., Notay, M., & Sivamani, R. K. (2016). Green tea and other tea polyphenols: Effects on sebum production and acne vulgaris. Antioxidants, 6(1), 2. https://www.mdpi.com/2076-3921/6/1/2
- Zheng, X. Q., Zhang, X. H., Gao, H. Q., Huang, L. Y., Ye, J. J., Ye, J. H., … & Liang, Y. R. (2024). Green tea catechins and skin health. Antioxidants, 13(12), 1506. https://www.mdpi.com/2076-3921/13/12/1506